Faktor Ekonomi menjadi ukuran kelas dan status sosial

Sabtu, 29 September 2012
Pada dasarnya manusia memiliki kesamaan kedudukan pada saat mereka dilahirkan sampai nanti mereka meninggal. Namun adanya sikap saling menghormati dan menghargai terkadang timbul rasa segan atau mengakui keberadaan orang lain yang dirasa lebih tinggi dibanding diri kita sendiri. Hal ini menjadi dasar dimana adanya tingkatan antara kehidupan bermasyarakat yang dilihat dari faktor individu orang yang diamati. Setelah itu akan ada sebuah penamaan lain dari orang tersebut yang dikenal sebagai status sosial. Dengan status sosial tersebut maka kehidupan seseorang akan mempunyai perbedaan dengan kehidupan orang lain karena individu memiliki status yang berbeda pula. Inilah yang dinamakan kelas sosial.
Kekayaan dan penghasilan bisa menjadi penentu utama dalam penggolongan kelas dan status sosial. Ini bisa dilihat dari kehidupan sehari - hari dengan membandingkan pola kehidupan yang mereka jalankan. Menurut Paul B Horton dan yang dikutip oleh Anshari Kekayaan dan penghasilan merupaka dua hal yang berkaitan erat dimana penghasilan banyak kekayaan juga meningkat. Faktor ekonomi ini akan menjadi salah satu ukuran dari perbedaan status sosial yang ada. Mereka yang kaya dan memiliki penghasilan yang besar akan menduduki kelas atas, sedangkan mereka yang miskin dan tidak berpenghasilan berada pada kelas bawah.
Dalam teori ekonomi dijelaskan semakin tinggi pendapatan seseorang maka kebutuhan yang diperlukan juga akan meningkat. Hal ini ditandai dengan pilihan kebutuhan yang berbeda dengan individu berpenghasilan rendah. Kualitas dan kuantitas menjadi perbedaan yang dapat dilihat jelas dalam pilihan - pilihan tersebut. Konflik yang sering muncul adalah anggapan bahwa seseorang yang memiliki kekayaan dan penghasilan yang tinggi selalu hidup boros dengan membeli sesuatu yang mahal walaupun ada hal yang sama dengan harga yang lebih murah.
Inilah yang disebut Kelas Sosial dimana adanya standar atau batasan yang telah ditetapkan baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal tersebut bukan sebagai jarak yang memisahkan antara si miskin dan si kaya, tetapi menjadi penentu sikap yang tepat dalam menanggapi perbedaan kelas sosial tersebut.

Arie Dwi Putra
11210036
3EA01



0 komentar:

Posting Komentar