Membaca Peluang Pasar

Kamis, 22 September 2011
Di lingkungan rumah saya banyak terdapat sekolah-sekolah. Mulai dari tingkat dasar sampai tingkat menengah ke atas. Kali ini saya memfokuskan di jalan Ustman. Di sana terdapat 1 SMP, 1 SMA dan 1 sekolah swasta. Dengan kebijakan pemerintah dimana sekolah tidak diperbolehkan untuk menjual buku, banyak dari siswa-siswa di sekolah tersebut merasa kesulitan untuk mendapatkan buku referensi pelajaran yang sesuai dengan pembelajaran mereka karena di sana tidak terdapat toko-toko buku yang memadai. Mereka pun harus pergi ke toko-toko buku besar dengan harga yang lumayan mahal untuk melengkapi referensi yang mereka butuhkan.
Dengan kondisi tersebut saya berencana untuk membangun usaha toko buku di sekitar jalan Ustman tersebut. Karena letak satu sekolah dengan sekolah yang lain sangat berdekatan. Lalu saya berencana untuk memesan buku langsung dari penerbitnya agar mendapatkan harga yang lebih murah.
Kekuatan dari usaha ini terdapat pada harganya yang lebih murah, sehingga bisa terjangkau bagi semua kalangan. Selain itu letaknya yang sangat strategis karena berdekatan dengan sekolah-sekolah tersebut.
Dilihat dari kelemahan dari usaha ini adalah disaat buku atau referensi yang dibutuhkan tidak tersedia, itu dapat membuat rasa ketidaknyamanan terhadap para konsumen dan akan berkurangnya rasa percaya konsumen.
Namun dengan dengan kelemahan tersebut akan dapat menjadi kesempatan untuk menyediakan layanan lain. Seperti layanan on-line dimana konsumen dapat memesan terlebih dahulu buku atau referensi yang dibutuhkan. Atau konsumen tersebut dapat melihat langsung berbagai referensi yang telah tersedia.
Ancaman dari para pesaing memang tidak dapat dihindarkan karena setiap tahun ajaran baru terdapat banyak pedagang-pedagang dadakan yang siap menyediakan buku-buku pelajaran terbaru. Namun ancaman para pesaing tersebut dapat di atasi dengan tetap memberikan layanan terbaik dan selalu menjaga kepercayaan para konsumen.


Arie Dwi Putra

11210036

2EA01